Senin, 31 Januari 2011

Reticulated Python / Sanca kembang


Nama: Reticulated Python

Nama Latin: Python reticulatus

Ukuran: Dewasa Jantan Panjang, 3.6 mtr – 4.8 mtr, Berat 40 – 100 pound, Dewasa Betina Panjang, 3.6 mtr – 6 mtr, Berat 80 – 250 pound

Umur Hidup: 20 Tahun

Pemberian Makan: Juvenile bisa diberi tikus kecil, yang besarnya kira kira dua kali lingkaran perut ular sekali seminggu. Dewasa (1.8mtr ) Tikus besar berat 1 pound. Sebagai selingan bisa diberi Kelinci, Hamster atau Ayam. Setelah pemberian makan ular jangan diangkat bisa menyebabkan muntah. Pemberian makan harus dikurangi setelah ular mencapai panjang 12 kaki – 14 kaki, Yaitu dengan 2 s/d 3 minggu sekali, disebabkan masa pertumbuhannya sudah mencapai maksimal.

Kandang: Kadang yang baik adalah yang luas dan bisa memberikan ular ruangan untuk bergerak. Ukuran sekitar 91.45 cm x 243 cm bisa dipakai segaian acuan untuk ukuran ular 6 m

Akesories: kotak persembunyian, tempat minum yang disesuaikan dengan ukuran ular.

Pemanasan: Sediakan tempat berjemur dengan suhu sekitar 33 C

Alas: kertas koran, mudah dan murah dalam pembersihaan.

Penanganan: Sangat disarankan penanganan yang maksimal pada ular apabila ular masih muda, karena aka memudahkan dalam penanganannya sewaktu ular menjadi agak besar dan dewasa.


Sabtu, 29 Januari 2011

Sekilas...

matahari pagi udah memulai cerita ini dimana setiap hari yang dilewati selalu cerah tiap hari..
aku bangun dari tempat tidur, nikmatin angetnya cahaya sinar matahari da mulai beraktifitas seperti orang-orang normal lakuin.. lari pagi keluar, sarapan dengan 1 slice sandwich isi Tuna dan segelas susu segar yang hangat.. lalu beranjak mandi dan memandikan ular-ular yang udah lama ga keurus selama aku kuliah.. siang harinya makan siang dengan temen2 di tempat makan yang paling bersahabat harganya dengn kantong mahasiswa, dilanjutkan dengan main Biliar di Aston hotel cihampelas.. sore harinya menjelang malem, kami kumpul di taman flexi da seseali jalan ke arah cikapayang untuk sekedar cuci mata sampai akhirnya lampu2 kota menerangi stiap sudut jalanan kota Bandung.. malam sudah menunjukan badannya, dan waktunya untuk pulang.. sesampainya di rumah aku langsung ganti baju, mandi, dan bersiap-siap untuk ngobrol dengan secangir teh hangat ama papa di teras dengan ngeliatin bintang-bintang yg sepertinya ga pernah cape nerangin dunia.. ditambah dgn datengnya mamah, tamara, desya dan kita canda2an di teras sambil main kembang api dan ngeliat kemesraan mama dan papa :')
setidaknya hampir setiap hari yang aku lewatin keadaannya seperti itu selama 2 bulan ini.. yang terkadang kegiatan di siang hari saya lewatkan dengan online ataupun kerja sampingan untuk nambah2 uang jajan :)

TAPI..... itu cuma bayangan aku aja pas sebelum liburan.. karena keadaannya :

kayak biasanya, malem sebelumnya aku tidur kemaleman lagi (atau bisa dibilang kesubuhan) sekitar jam 3, karna keasikan main game perangkaum.net atau bahasa kerennya sih tribalwars.net, selain itu juga donlot2 yg ga penting, setelah selesai di donlot, liat langsung hapus.. karna jujur aja deh ya hidup ini membosankan kalau dijalanin kayak gini tiap hari. you know? tiap hari dari senin ampe senin lagi, selama hampir 2 bulan libur, kerjaan cuma bangun, makan, OL, tidur.. sesekali mandi laah ya sekitar 2 atau 3 hari sekali.. betapa joroknya hidup ini.. haha

Pernah juga ke jakarta, yang tadinya udh seneng bgt karna bakal sekeluarga keluar kota karna ada acara di sana, tapi yg ada malah kecewa karna mama sakit di rumah ama tamara dan desya harus ke sekolah, dan alhasil cuma berdua ama papa.. padahal ini kesempatan langku untuk pergi sekeluarga yang jaraaang bgt terjadi karena keadaan kelurga aku yg udah mulai merenggang :')
kadang-kadang juga ketemu ama si Aya yang bisa diitung dengan jari berapa kali dan durasi ketemunya yang cuma sekitar 4 jam lah ya waktu efektif ama dia, karena selebihnya habis waktu di jalan.. hmmm.. hidup memang sulit kalau hidup sebagai orang yang gak punya kemauan kayak saya ini. serba males.. kadang di pikiran menggebu2 banget dah pengen ini itu ini itu, tapi pas udh mau ngelakuinnya.. buset daaaah males amat ngerjainnya. haha yasudahlah ya, emang ini nasibnya dilahirkan seperti ini.
moga aja deh setelah liburan ini hidup makin berwarna *halah dan yang pasti tantangan makin berat karna semester ini IPK turun drastis.. karna keadaan keluarga dan juga ada sedikit efek males karna punya pacar di kampus.hahaha :p
jadi PJ acara di HIMA pun akan mulai dilaksanaan.. moga aja deh sukses semua :)
AMIN

Kamis, 27 Januari 2011

THIS IS UNLOVE

When we are one, in the sun
Against the heat, not gonna change
Beneath our heart, purple in our heart
Don’t let our pride to become down
Someone talks about love, we feel it once
Please be so kind, that’s why love goes
Some talk about love, we feel insane
Too much sick love in our past

Do you feel the same
Have you ever had a sick love
Do you come with me?
Get together in the sun

Here comes the love with a buch of burning dice
And so hard to try it, and put it out
Love sometimes mean nothing
And we got it fake
Or wanna tell you to beg to a beggar

By : SID

Rabu, 26 Januari 2011

Pertolongan pertama gigitan ular

Pertolongan pertama :
1. Lindungi korban / cari perlindungan sendiri dari serangan berikutnya, kenali ular dari bentuk, warna, dan habitatnya (pohon,bebatuan, tanah,dsb) Banyak diantaranya akan cenderung panik atau histeris sehingga akan berakibat serangan jantung karena shock (sudden death), maka usahakan agar korban untuk tetap tenang. Perlu di ingat juga bebrapa hal berikut juga dpt menjadi penenang, fakta yg menyebutkan bahwa banyak dari ular berbisa (terutama keluarga Elapid) tdk menyuntikkan bisa pd waktu mengigit (Dry bite), kinerja/efektifitas bisa yg disuntikan pd tubuh mulai dari yg lambat hingga cepat (Elapid dalam hitungan jam, Viper dalam hitungan hari) dan kinerja dari tenaga medis.
2. Segera cari pertolongan untuk mencapai RS terdekat. Jika tidak ada kendaraan yg dpt gunakan, usahakan utk berjalan sesantai mungkin untuk menghindari detak jantung yg terlalu cepat.
3. Usahakan agar luka gigitan untuk tetap di bawah jantung agar aliran darah mengalir secara lambat ke bagian tubuh lainnya.
4. Lepaskan semua aksesoris spt jam tangan, cincin atau benda lain yg sifatnya menghambat peredaran darah.
5. Tidak di sarankan untuk memberikan minuman selain air putih kepada korban.
6. Luka gigitan tidak boleh di hisap (menggunakan mulut atau alat lainnya), atau di pijat.

* Korban jangan banyak melakukan gerakan, dan tidak panaik.
* Luka dibersihkan.
* Tourniquet digunakan untuk mencegah kemungkinan menjalarnya bisa ke Jantung. Torniket diletakkan antara luka dengan jantung (luka di daerah anggota badan).

*Ular yang menggigit harus ditangkap dan diketahui jenisnya. Bila berbisa, dapat ditentukan jenis bisanya.
* Korban dibawa ke puskesmas setempat / rymah sakit terdekat.

Obat yang biasa digunakan untuk menawarkan bisa:

* Aspirin untuk menghilangkan rasa sakit.
* Vitamin B kompleks dan Paracetamol untuk menghilangkan rasa nyeri dan panas.
* Antivenin Polyvalent, serum anti bias yang bersifat umum.
* Antivenin Taipan, serumuntuk gigitan ular Taipan.
* Antivenin Brown Snake, serum untuk gigitan ular Mulga.
* Antivenin Papua Black Snake, serum untuk gigitan ular hitam Irian.

Macam-macam bisa :

Macam bisa :

* Neurotoksin, yang menyerang jaringan saraf dan bersifat bertentangan dengan tranmisi rangsangan saraf. Menyebabkan kelumpuhan pada alat pernafasan dan rusaknya jaringan otak.

* Hemotoksin, yang menyerang darah dan system peredarannya. Dapat menguraikan protein, menyebabkan sel darah rusak dan menggumpal.

* Kardiotoksin, yang diserang adalah otot jantung.

* Miksotoksin, yang diserang cairan dalam tubuh.


Apa Ular Pertama yang cocok untukmu?

Kamu ingin memelihara ular. Bagaimana kamu memastikan memilih yang benar?
Kami ingin membantu anda memilih.

Sebelum memilih jenis ular, sebaiknya kita memerhatikan bebarapa hal berikut:.

1) Berapa besar tempat yang anda siapkan untuk saat ini dan nanti saat ular dewasa? Penting untuk mengetaui jenis ular yg akan dipelihara dan memperhatikan tempat yang dapat disediakan.

2) Berapa besar biaya yang diperlukan untuk member makan dan perawatan ular setiap bulannya? Bila mempunyai budget yang terbatas, tidak dianjurkan memelihara ular yang besar dan mahal. (nanti ga bisa beli beras) 

3) Apa tingkat (level) kemampuanmu dalam menangani ular? Tingkat/level bisa berdasarkan dari pengamatan atau analisa seseorang setelah berinteraksi dengan beberapa spesies ular yang diketahui. Ygng paling tahu tingkat kemampuan anda menangani ular adalah anda sendiri.

4) pertanyaan paling penting. Apakah kamu akan menekuni hobby ini untuk jangka panjang? Rata² ular hidup 15 tahun. Apakah kamu akan menekuni hobbi ini selama itu?



Ok setelah anda mengerti beberapa hal yang saya sampaikan diatas semoga anda sudah mempunyai jawabannya, saya akan mencoba memberi beberapa masukan untuk anda..

Memilih ular seperti memilih pacar, pertama anda harus tertarik dengan pasangan anda. Ga ada untungnya kalau pacaran tapi tidak didasari oleh rasa suka. Kembali ke Ular, anda harus memilih ular yang menarik minat anda dan kemudian cari tahu bagaimana perawatan dan diskusikan dengan orang² yang sudah lebih berpengalaman dalam memelihara ular, jika anda dapat memenuhi kebutuhannya mungkin saja anda baru menemukan ular yang akan anda pelihara.

Beberapa jenis mempunyai reputasi yang dibawa karena perilakunya, seperti ular temannya setan, python molurus paling jinak, menurut saya reputasi tersebut jgn mudah dipercaya, karena tidak sepenuhnya benar. Jenis ular yang kalem kadang juga bersifat aggressive dan sebaliknya. Itu satu lagi alasan kenapa harus berhati² dalam memilih ular pertama mu.



Yang harus diperhatikan saat membeli ular.

1) Pastikan ular tersebut aktif terjaga.

2) Pastikan ular mau makan.

3) Pastikan ular tidak terlihat dihinggapi parasit, seperti kutu dll..

4) Jika tersedia, pilih yang CB dari pada yang WC.

5) Kulit biasanya halus dan tidak kasar atau luka. Badan ular tidak kurus kering tapi biasanya padat berisi.

6) Mata harus jernih dan tidak berbayang, perhatikan bila ular mau berganti kulit.

7) Mulut ular harus selalu tertutup rapat dan hanya tempat keluarnya lidah yg terbuka sedikit. Dan lidah tampak bersih dari penyakit atau tindikkan.

8) Nafas ular tidak berbunyi and tdk ada gejala sakit (Walaupun jenis ular yang besar kadang nafasnya berbunyi saat dihandle karena memaksa mengeluarkan udara dari pernafasannya). Ada juga sebagian ular yang mendesis saat mau dihandle ketika ular itu mau ganti kulit, sebaiknya pilih ular ketika selesai ganti kulit.

9) Pindahkan ular ke tempat yang lebih datar permukaannya, bila ada keanehan saat ular berjalan berarti ada yang salah.

10) Apakah kandangnya bersih dan terpelihara?


Selamat memelihara ular..

Apa Ular Pertama yang cocok untukmu?

Kamu ingin memelihara ular. Bagaimana kamu memastikan memilih yang benar?
Kami ingin membantu anda memilih.

Sebelum memilih jenis ular, sebaiknya kita memerhatikan bebarapa hal berikut:.

1) Berapa besar tempat yang anda siapkan untuk saat ini dan nanti saat ular dewasa? Penting untuk mengetaui jenis ular yg akan dipelihara dan memperhatikan tempat yang dapat disediakan.

2) Berapa besar biaya yang diperlukan untuk member makan dan perawatan ular setiap bulannya? Bila mempunyai budget yang terbatas, tidak dianjurkan memelihara ular yang besar dan mahal. (nanti ga bisa beli beras) 

3) Apa tingkat (level) kemampuanmu dalam menangani ular? Tingkat/level bisa berdasarkan dari pengamatan atau analisa seseorang setelah berinteraksi dengan beberapa spesies ular yang diketahui. Ygng paling tahu tingkat kemampuan anda menangani ular adalah anda sendiri.

4) pertanyaan paling penting. Apakah kamu akan menekuni hobby ini untuk jangka panjang? Rata² ular hidup 15 tahun. Apakah kamu akan menekuni hobbi ini selama itu?



Ok setelah anda mengerti beberapa hal yang saya sampaikan diatas semoga anda sudah mempunyai jawabannya, saya akan mencoba memberi beberapa masukan untuk anda..

Memilih ular seperti memilih pacar, pertama anda harus tertarik dengan pasangan anda. Ga ada untungnya kalau pacaran tapi tidak didasari oleh rasa suka. Kembali ke Ular, anda harus memilih ular yang menarik minat anda dan kemudian cari tahu bagaimana perawatan dan diskusikan dengan orang² yang sudah lebih berpengalaman dalam memelihara ular, jika anda dapat memenuhi kebutuhannya mungkin saja anda baru menemukan ular yang akan anda pelihara.

Beberapa jenis mempunyai reputasi yang dibawa karena perilakunya, seperti ular temannya setan, python molurus paling jinak, menurut saya reputasi tersebut jgn mudah dipercaya, karena tidak sepenuhnya benar. Jenis ular yang kalem kadang juga bersifat aggressive dan sebaliknya. Itu satu lagi alasan kenapa harus berhati² dalam memilih ular pertama mu.



Yang harus diperhatikan saat membeli ular.

1) Pastikan ular tersebut aktif terjaga.

2) Pastikan ular mau makan.

3) Pastikan ular tidak terlihat dihinggapi parasit, seperti kutu dll..

4) Jika tersedia, pilih yang CB dari pada yang WC.

5) Kulit biasanya halus dan tidak kasar atau luka. Badan ular tidak kurus kering tapi biasanya padat berisi.

6) Mata harus jernih dan tidak berbayang, perhatikan bila ular mau berganti kulit.

7) Mulut ular harus selalu tertutup rapat dan hanya tempat keluarnya lidah yg terbuka sedikit. Dan lidah tampak bersih dari penyakit atau tindikkan.

8) Nafas ular tidak berbunyi and tdk ada gejala sakit (Walaupun jenis ular yang besar kadang nafasnya berbunyi saat dihandle karena memaksa mengeluarkan udara dari pernafasannya). Ada juga sebagian ular yang mendesis saat mau dihandle ketika ular itu mau ganti kulit, sebaiknya pilih ular ketika selesai ganti kulit.

9) Pindahkan ular ke tempat yang lebih datar permukaannya, bila ada keanehan saat ular berjalan berarti ada yang salah.

10) Apakah kandangnya bersih dan terpelihara?


Selamat memelihara ular..

Apa Ular Pertama yang cocok untukmu?

Kamu ingin memelihara ular. Bagaimana kamu memastikan memilih yang benar?
Kami ingin membantu anda memilih.

Sebelum memilih jenis ular, sebaiknya kita memerhatikan bebarapa hal berikut:.

1) Berapa besar tempat yang anda siapkan untuk saat ini dan nanti saat ular dewasa? Penting untuk mengetaui jenis ular yg akan dipelihara dan memperhatikan tempat yang dapat disediakan.

2) Berapa besar biaya yang diperlukan untuk member makan dan perawatan ular setiap bulannya? Bila mempunyai budget yang terbatas, tidak dianjurkan memelihara ular yang besar dan mahal. (nanti ga bisa beli beras) 

3) Apa tingkat (level) kemampuanmu dalam menangani ular? Tingkat/level bisa berdasarkan dari pengamatan atau analisa seseorang setelah berinteraksi dengan beberapa spesies ular yang diketahui. Ygng paling tahu tingkat kemampuan anda menangani ular adalah anda sendiri.

4) pertanyaan paling penting. Apakah kamu akan menekuni hobby ini untuk jangka panjang? Rata² ular hidup 15 tahun. Apakah kamu akan menekuni hobbi ini selama itu?



Ok setelah anda mengerti beberapa hal yang saya sampaikan diatas semoga anda sudah mempunyai jawabannya, saya akan mencoba memberi beberapa masukan untuk anda..

Memilih ular seperti memilih pacar, pertama anda harus tertarik dengan pasangan anda. Ga ada untungnya kalau pacaran tapi tidak didasari oleh rasa suka. Kembali ke Ular, anda harus memilih ular yang menarik minat anda dan kemudian cari tahu bagaimana perawatan dan diskusikan dengan orang² yang sudah lebih berpengalaman dalam memelihara ular, jika anda dapat memenuhi kebutuhannya mungkin saja anda baru menemukan ular yang akan anda pelihara.

Beberapa jenis mempunyai reputasi yang dibawa karena perilakunya, seperti ular temannya setan, python molurus paling jinak, menurut saya reputasi tersebut jgn mudah dipercaya, karena tidak sepenuhnya benar. Jenis ular yang kalem kadang juga bersifat aggressive dan sebaliknya. Itu satu lagi alasan kenapa harus berhati² dalam memilih ular pertama mu.



Yang harus diperhatikan saat membeli ular.

1) Pastikan ular tersebut aktif terjaga.

2) Pastikan ular mau makan.

3) Pastikan ular tidak terlihat dihinggapi parasit, seperti kutu dll..

4) Jika tersedia, pilih yang CB dari pada yang WC.

5) Kulit biasanya halus dan tidak kasar atau luka. Badan ular tidak kurus kering tapi biasanya padat berisi.

6) Mata harus jernih dan tidak berbayang, perhatikan bila ular mau berganti kulit.

7) Mulut ular harus selalu tertutup rapat dan hanya tempat keluarnya lidah yg terbuka sedikit. Dan lidah tampak bersih dari penyakit atau tindikkan.

8) Nafas ular tidak berbunyi and tdk ada gejala sakit (Walaupun jenis ular yang besar kadang nafasnya berbunyi saat dihandle karena memaksa mengeluarkan udara dari pernafasannya). Ada juga sebagian ular yang mendesis saat mau dihandle ketika ular itu mau ganti kulit, sebaiknya pilih ular ketika selesai ganti kulit.

9) Pindahkan ular ke tempat yang lebih datar permukaannya, bila ada keanehan saat ular berjalan berarti ada yang salah.

10) Apakah kandangnya bersih dan terpelihara?


Selamat memelihara ular..

Tips membujuk ular agar mau makan

jika anda mempunyai ular yg sedang mogok makan mungkin cara2 dibawah ini bisa membantu:

1. beri makan ular dalam keadaan sepi, jangan ditunggui, jika anda ingin melihat ular anda makan dari jarak dekat usahakan melihat setelah ular tersebut menelan 1/2 makanan dimulutnya, lakukan beberapa kali baru setelah ular itu terbiasa, biasanya dia tidak akan sungkan lagi melahap mangsanya walau anda berada didekatnya

2. beri makan ular dalam keadaan gelap biasanya cukup membantu buat ular yang sedang dalam tahap adaptasi

3. mandikan ular jika ular tersebut mogok makan dengan air saja, tanpa sabun, setelah cukup basah masukan ular kedalam kandang lalu langsung diberi makan, biasanya ular langsung laper dan melahap mangsanya, usahakan dilakukan pada pagi hari atau siang hari agar ular tidak merasa terlau dingin

4. mandikan atau basahi makanan ular dengan air, Contohnya: tiput, klo ular malas makan ambil tiputnya lalu basahi dengan air dan masukan kedalam kandang ular selagi basah, hal ini bisa merangsang nafsu makan

selain daripada itu makanan yg diberikan pada ular perlu memperhatikan kebiasaan makanan apa yg biasa dimakannya jgn salah memberi mangsa,

contohnya, ular retic ukuran sedang dikasih makan kodok

hal itu juga berpengaruh

Juga jangan lupa untuk mengetahui apakah ular itu aktif pada malam hari (nocturno) atau tidak, karena ular yg aktif pada malam hari biasanya tidak punya nafsu makan pada siang hari (ada beberapa jenis ular yg aktif pada malam hari)

cara2 memberi makan ular ini diliput dari hasil browsing di barengi dengan pengalaman saya sendiri, tolong koreksi dr para pakar jika ada yg kurang benar

TAMBAHAN:
selain daripada itu jenis makanan ular pun beragam macamnya

- makan makanan hidup (tiput, katak, cicak, dll)
- makanan beku (biasanya tiput)
- makanan busuk (jarang ditemui tapi memang ada)

Selasa, 25 Januari 2011

Perawatan Ular Sanca (Reticulated Python)

Apakah itu Sanca Kembang?

Sanca kembang adalah sejenis ular tak berbisa yang berukuran besar. Ukuran terbesarnya dikatakan dapat melebihi 10 meter. Lebih panjang dari anakonda (Eunectes), ular terbesar dan terpanjang di Amerika Selatan. Nama-nama lainnya adalah ular sanca; ular sawah; sawah-n-etem (Simeulue); ular petola (Ambon); dan dalam bahasa Inggris reticulated python atau kerap disingkat retics.

Identifikasi


Sanca kembang ini mudah dikenali karena umumnya bertubuh besar. Keluarga sanca (Pythonidae) relatif mudah dibedakan dari ular-ular lain dengan melihat sisik-sisik dorsalnya yang lebih dari 45 deret, dan sisik-sisik ventralnya yang lebih sempit dari lebar sisi bawah tubuhnya. Di Indonesia barat, ada lima spesiesnya: tiga spesies bertubuh gendut pendek yakni kelompok ular peraca (Python curtus group: P. curtus, P. brongersmai dan P. breitensteini) di Sumatra, Kalimantan dan Semenanjung Malaya.
Dua spesies yang lain bertubuh relatif panjang, pejal berotot: P. molurus (sanca bodo) dan P. reticulatus. Kedua-duanya menyebar dari Asia hingga Sunda Besar, termasuk Jawa. P. molurus memiliki pola kembangan yang berbeda dari reticulatus, terutama dengan adanya pola V besar berwarna gelap di atas kepalanya. Sanca kembang memiliki pola lingkaran-lingkaran besar berbentuk jala (reticula, jala), tersusun dari warna-warna hitam, kecoklatan, kuning dan putih di sepanjang sisi dorsal tubuhnya. Satu garis hitam tipis berjalan di atas kepala dari moncong hingga tengkuk, menyerupai garis tengah yang membagi dua kanan kiri kepala secara simetris. Dan masing-masing satu garis hitam lain yang lebih tebal berada di tiap sisi kepala, melewati mata ke belakang.
Sisik-sisik dorsal (punggung) tersusun dalam 70-80 deret; sisik-sisik ventral (perut) sebanyak 297-332 buah, dari bawah leher hingga ke anus; sisik subkaudal (sisi bawah ekor) 75-102 pasang. Perisai rostral (sisik di ujung moncong) dan empat perisai supralabial (sisik-sisik di bibir atas) terdepan memiliki lekuk lubang penghidu bahang (heat sensor pits) yang dalam (Tweedie 1983).

Sanca --terutama yang kecil-- kerap dipelihara orang karena relatif jinak dan indah kulitnya. Pertunjukan rakyat, seperti topeng monyet, seringkali membawa seekor sanca kembang yang telah jinak untuk dipamerkan. Sirkus lokal juga terkadang membawa sanca berukuran besar untuk dipamerkan atau disewakan untuk diambil fotonya.
Sanca banyak diburu orang untuk diambil kulitnya yang indah dan bermutu baik. Lebih dari 500.000 potong kulit sanca kembang diperdagangkan setiap tahunnya. Sebagian besar kulit-kulit ini diekspor dari Indonesia, dengan sumber utama Sumatra dan Kalimantan. Semua adalah hasil tangkapan di alam liar.
Jelas perburuan sanca ini sangat mengkhawatirkan karena mengurangi populasinya di alam. Catatan dari penangkapan ular komersial di Sumatra mendapatkan bahwa sanca kembang yang ditangkap ukurannya bervariasi antara 1 m hingga 6 m, dengan rata-rata ukuran untuk jantan 2.5 m dan betina antara 3.1 m (Medan) – 3.6 m (Palembang). Kira-kira sepertiga dari betina tertangkap dalam keadaan reproduktif (Shine et al. 1999). Hingga saat ini, ular ini belum dilindungi undang-undang. CITES(konvensi perdagangan hidupan liar yang terancam) memasukkannya ke dalam Apendiks II.

Sanca Kembang berbentuk langsing untuk ukurannya dan berkembang dengan lingkar tubuh yang berotot yang cendrung tetap membulat dari pada memipih seperti ular pembelit lainnya. Sanca raksasa ini sangat bermacam-macam, dengan motif jaring atau rantai dengan warna dasar perak (abu-abu) atau perak coklat. Motif punggungnya adalah ciri khas warna dasar dari ular ini dan bergaris tepi warna hitam dan kuning, oranye atau coklat. Bintik-bintik di samping badannya berwarna terang. Seluruh tubuhnya memantulkan warna “hologram” (seperti pelangi).

Sanca Kembang yang baru ditangkap dari alam liar cenderung (wild-caught – RED) menjadi binatang yang sangat gugup (ketakutan) dan bertahan yang akan mengigit untuk berusaha lepas dari pegangan kita dan kabur. Tetapi hasil ternakan (captive-breed – RED) biasanya tenang dan bahkan jinak, hewan yang pintar yang senang berinteraksi bila si pemelihara membuatnya begitu. Jenis ini adalah pilihan yang bagus yang bisa memberikan perbedaan yang sangat besar dalam pengalaman memelihara ular.

Tingkat Kesulitan:

Mahir – sebelumnya pemilik harus mempunyai pengalaman dengan ular yang lebih besar dan dapat menyesuaikan ataupun terbiasa (“nyaman”) dengan perawatan serta penanganannya. Tidak cocok sebagai ular untuk pemula. Sanca Kembang biasanya menyesuaikan dengan perlakuan pemilik mereka . Bila dipelihara oleh pemilik yang sudah mengerti mereka akan berprilaku baik dan ular sanca yang besar dan jinak.
Sedikit tambahan dari beberapa referensi, Sanca Kembang hasil tangkapan liar biasanya walaupun sudah jinak, kadang kala menjadi galak serta menyerang karena keget, ataupun kadang kala tanpa alasan yang jelas.


Kandang:

Kadang bisa sederhana ataupun rumit tergantung kemampuan menjaganya. Ingatlah bahwa semakin banyak barang yang ditaruh di kurungan, semikin banyak pula barang yang harus di bersihkan. Sangat banyak pilihan untuk pemilihan kandang untuk Sanca Kembang yang masih kecil, seperti kotak plastic tempat baju, rak melamin, dan kandang-kandang plastic reptile yang banyak di jual di pasaran. Akuarium dari kaca memadai untuk hewan yang lebih kecil. Perlu diingat bahwa penutup kandang kadang kala dapat menimbulkan kesulitan untuk mengatur tingkat kelembaban.

Sanca Kembang yang baru menetas sepertinya cocok di kandang yang kecil juga. Ular kecil di kandang yang besar bisa menjadi stress. Untuk ular yang besar, paling sedikit kandangnya harus mempunyai panajng setengah dari ular tersebut. Semakin panjang semakin baik. Dan juga pilihlah yang lebar karena Sanca Kembang perlu lantai yang lebar. Semua kandang harus memiliki tempat yang panas pada sebuah sudut, dan tempat yang lebih dingin di sudut yang berlawanan. Berapapun umur ular itu, Sanca Kembang sangat kuat maka harus ditaruh di kandang yang kuat dan pengunci yang kuat. Kandang yang baik (kuat dan nyaman untuk ular) sangat dibutuhkan, sehingga kandang ini harus menjadi bahan pertimbangan dalam memelihara ular raksasa.


Alas:

Hanya sedikit alas yang bekerja dengan baik. Koran adalah yang paling murah dan paling mudah untuk dibersihkan: buang yang lama dan ganti dengan yang baru. Cypress mulch bagus untuk mengendalikan kelembaban, tetapi ingatlah bahwa terlalu tinggi kelembaban dapat mengganggu kesehatan, begitu juga kalau terlalu rendah kelembaban. Jangan pernah menggunakan alas yang mengandung Cedar karena mematikan untuk reptil.


Suhu dan Pemanasan:

°C = (°F − 32) / 1,8
Sediakan ular Sanca Kembang anda dengan titik berjemur 88-92 F (31-33 C) dan suhu kandang 78-80 F (25.5-26.6 C)(suhu ini tidak boleh turun hingga lebih rendah dari 75 oF-24 C). Sangat penting untuk mengetahui suhu di kandang, dan janganlah menebak. Yang bagus adalah menggunakan termometer digital luar/dalam. Taruh thermometer di dalam kandang, dan ujung lainnya di luar kandang. Sehingga anda dapat mengetahui suhu di luar dan di dalam pada waktu yang sama.

Ada beberapa cara untuk menghangatkan kandang: alas pemanas dari bawah kandang, pemanas keramik, lampu “berjemur” (lampu ditempatkan di suatu sudut sisi untuk berjemur, baik lampu untuk siang maupun lampu malam). Bila menggunakan bohlam ataupun keramik haruslah memperhatikan kelembaban di dalam kandang, apalagi bila menggunakan kandang dengan tutup atas, karena pemanas maupun kandang dengan tutup atas keduanya membuat kelembaban hilang dengan sangat cepat. Gunakan thermostats, rheostats, dan atau timer untuk mengontrol sumber panas. Jangan menggunakan batu pemanas pada ular karena terlalu kecil untuk permukaannya dan dapat menyebabkan luka bakar yang serius.


Kelembaban:

Menyediakan kelembaban yang cocok untuk Sanca Kembang adalah sangat penting untuk menjamin lingkungan yang sehat dan membantu ketika proses ganti kulit, tetapi seperti dibilang sebelumnya, kelembaban yang terlalu tinggi pun dapat menjadi masalah sama seperti bila terlalu sedikit. Untuk membuat tingkat kelembaban 50% - 60%, kita memiliki beberapa pilihan.
1. Gunakan cypress mulch atau bahan yang sejenis yang dapat melembabkan. Cypress sangat bagus untuk digunakan, ciri-cirinya warnanya coklat terang saat kering dan menjadi gelap setelah basah, jadi kita tahu kapan kita perlu membasahinya lagi.
2. Buatlah box kelembaban untuk ular. Menggunakan container plastic dengan ukuran yang lebih kecil dari kandang dan muat saat ditaruh didalam kandang, yang diisi dengan sphagum moss (peras lah untuk mengetahui ukuran kelembaban), gunting container plastic pada bagian atas tutupnya atau bagian samping dari plastic container tersebut. Taruh di dalam kandang ular sehingga ular dapat masuk kedalamnya saat ular tersebut menginginkannya.

Harus diingat, bila kita memiliki kandang dengan tutup atas yang berlubang, buka dari atas, atau sejenisnya, ada baiknya kita menutupnya dengan plastic, handuk atau sesuatu yang dapat menahan kelembaban agar tidak hilang. Juga harus menjaga suhu karena udara yang hangat lebih dapat menahan kelembaban daripada udara yang dingin. Kita harus membuat kandang yang lembab, bukan basah. Kandang yang basah dapat menyebabkan infeksi baik karena bakteri maupun jamur, dan tentu saja akhirnya kepada kematian.


Pencahayaan:

Asupan (pemberian) cahaya tidak diperlukan pada jenis ini, tetapi bila digunakan haruslah 12/12 cycle, yang artinya 12 jam nyala dan 12 jam mati. Bila terus-menerus, bisa menyebabkan stress pada ular, apalagi jenis ini termasuk nocturnal (aktif pada malam hari).


Air:

Selalu ganti air dengan air yang bersih untuk ular Sanca Kembang anda, sebagaimana mereka memiliki kecendrungan untuk minum dengan sangat banyak. Ukuran dari tempat air minum adalah terserah anda. Bila cukup besar untuk berendam, maka cepat atau lambat si ular akan tampak senang untuk berendam dari waktu ke waktu. Pastikan bahwa tempat minum tidak terlalu dalam untuk hewan yang masih kecil. Banyak ular akan membuang kotorannya di tempat air minum, jadi siap-sedialah untuk membersihkannya, men-disinfektan dan mengganti air kapan saja dibutuhkan. Sering kali kita perlu menyediakan tempat minum cadangan, sehingga ada pengganti tempat minum ketika yang satu lagi dibersihkan

Pemberian Makan:

Beri makan ular anda dengan hewan pengerat yang ukurannya disesuaikan dengan ular tiap minggu. Bayi Sanca Kembang sebaiknya diberi mencit dewasa, atau tikus putih (rat) yang masih belum bisa berjalan (jalannya masih merayap). Saat ukuran mencapai 3 kaki (± 1 m) Sanca Kembang cukup besar untuk memakan tikus putih (rat) yang baru disapih. Setelah panjangnya 4 kaki (± 1.3 m) ular ini sudah sanggup untuk memakan tikus putih (rat) yang sudah dewasa. Jangan mengangkat ular anda paling tidak 1 hari setelah makan, karena dapat menyebabkan ular muntah. Sedikit tambahan dari yang translate, apa pun makanan ular kita yang kita berikan, ada baiknya memberikan makan ular dengan hewan yang sudah di matikan terlebih dahulu untuk menghindari ”kecelakaan” dimana makanan ular dapat melukai ular kita. Setelah mati baru kita goyang-goyangkan di depan muka ular kita. Dengan catatan ular kita tidak pilih-pilih makanan.

Kebanyakan Sanca Kembang mempunyai “feeding response” atau response makan (response saat diberi makan) yang kuat dan pada umumnya mudah untuk mengganti makanannya dengan hewan yang dibekukan/dicairkan atau hewan yang telah dimatikan. Jangan pernah meninggalkan hewan pengerat yang masih hidup tanpa diawasi bersama ular. Pemberian makan paling tidak 1 kali setiap 10 hari, terutama pada Sanca Kembang yang masih muda. Hal ini berguna untuk mengendalikan pertumbuhan ular, perlu diingat pemberian makan yang jarang membuat ular anda lapar dan membuatnya ”gelisah” mencari makan, sehingga response makannya lebih kuat selama berinteraksi dengan orang yang memegangnya. Sebaliknya pemberian makan yang terlalu sering sekitar 1 – 2 kali seminggu memicu pertumbuhan yang cepat, sehingga harus bijaksana untuk memikirkan seberapa besar ular kita kita harapkan pada jangka waktu tertentu.

Sanca Kembang adalah jenis ular yang sangat penting membangun kebiasaan makannya agar aman saat dipegang, dimana ular ini adalah pembelit yang sangat kuat dan harus dipertimbangkan dan diperhitungkan ketika sedang lapar. Jangan pernah pegang hewan lain lalu memegang ular; anda bisa dipikir ular sebagai makanannya. Saat ular mencapai ukuran 6 kaki (2 m) adalah bijaksana memberi makan ular dengan cara menaruh hewan yang sudah mati ke dalam kandangnya dan membiarkan ular menemukannya sendiri, karena ini akan menumbuhkan pencarian makanan yang lemah-lembut.

Semakin bertumbuh ular kita, makin lama kita juga harus memberi makan yang semakin besar juga, seperti contohnya kelinci yang besar dan lain-lainnya. Kita perlu mencari dan menemukan tempat membeli makanan untuk ular kita lebih dahulu, karna hal ini sangat bermanfaat dalam memelihara Sanca Kembang, berhubungan dengan anggaran belanja dan jadwal makan ular kita. Hubungi pemelihara ular lainnya atau anggota dari perkumpulan pecinta reptil dimana anda berada untuk membantu menunjukan tempat yang tepat. Memberi makan Sanca Kembang yang besar tidak selalu murah dan pengeluaran ini harus dipertimbangkan sebelum memilih untuk memelihara jenis ini.